empat kosong tujuh

16 01 2009

agustus 1994,

setelah melalui pergulatan bathin yang cukup alot akhirnya dia memutuskan untuk mendaftar. yah..tekad sudah bulat, apapun yang terjadi dia tetap akan mendaftar. dia pun akhirnya melangkahkan kakinya ke arah barat dari kampusnya. menuju kompleks unit aktivitas mahasiswa. sempat keraguan dihatinya muncul kembali, daftar…tidak…daftar..tidak…?? masih terngiang-ngiang di telinganya, pesan dr ibunya tercinta pada saat dia hendak kembali ke kota dimana dia menuntut ilmu. sebuah universitas negeri yang berada di selatan jawa timur. kota yang terkenal dengan kesejukan udaranya dan buah apelnya…

ya, ibunya berpesan, “baik-baik kau sekolah disana amang (anakku)…ingat, kita ini orang susah, uang untuk sekolahmu saja kita usahakan sebisa mungkin, kita bukan orang yang berlebihan uang…jadi janganlah kau ikut-ikutan kegiatan yang tidak penting…”

pesan itu seolah diucapkan lagi oleh ibunya tercinta, seolah beliau hadir pada saat itu.

tapi tekadnya sudah bulat…

“silahkan masuk, dek…ada perlu apa yah…?” ujar seorang panitia yang kebetulan ada di meja pendaftaran..

“saya mau daftar, mbak..” balasnya.

“oh, kalo gitu silahkan isi formulir ini yah…” lanjut di mbak panitia.

selesai mengisi dan menyerahkan uang pendaftaran, dia pun diberi briefing sedikit tentang proses selanjutnya. ada proses wawancara yang harus dia ikuti di tahap selanjutnya. “wah…ruwet juga yah..” pikirnya, “mau ikut diklat aja pake proses wawancara segala…”, tapi berhubung niatnya sudah bulat dia pun ikuti semua proses yang ada.

singkat cerita, dia pun mengikuti semua proses diklat, 3 hari di ruangan, 5 hari di lapangan…semua jerih payahnya ditebus dengan kebanggan menjadi seorang Anggota Muda dari organisasi ini, seiring dengan di kalungkannya slayer berwarna oranye di lehernya. ya…oranye berarti SURVIVE…dia sanggup bertahan…!

tapi perjuangan belum berakhir, perjalanan masih panjang. tekadnya tidak cuman untuk mendapat slayer berwarna oranye ini. dia pun ingin seperti senior-seniornya yang lain, yang bisa mengenakan Jaket, Kaos dan Topi yang merupakan atribut dan juga berwarnya Oranye…

setahun lebih sudah berlalu, perjuangannya hampir membuahkan hasil…

hampir semua kegiatan di organisasi kepencintaalaman kampus ini dia ikuti. mulai hanya menjadi anggota seksi di kepanitiaan sampai menjadi koordinator sebuah kegiatan. tapi semua itu nyaris tidak berarti, ketika ketidaksepakatannya dengan perilaku  beberapa orang senior mulai membuat dia tidak betah berlama-lama di “rumah” keduanya ini. ya, tingkah beberapa senior yang muai menyebalkan dirinya membuat dia semakin jarang datang untuk sekedar singgah di sekretariat. bahkan sampai pada saat proses untuk “naik pangkat” menjadi Anggota Biasa dia memutuskan untuk Tidak Bersedia. yah, dia menentang segala bentuk penindasan yang dilakukan oknum senior terhadap juniornya, dia tidak setuju dengan perilaku senior yang hanya bisa menyuruh-nyuruh tanpa bisa memberikan feed back apapun kepada juniornya…yah, memang oknum seperti ini sepertinya ada bukan hanya di organisasi ini, mungkin di tempat lainpun…orang2 oportunis yang hanya memanfaatkan kesempatan…

dia memang tidak bisa disalahkan dengan idealisme nya, dia banyak melihat senior2nya yang lain yang merupakan gambaran ideal seorang senior di matanya…

tapi rupanya keadaan berubah, setelah melalui proses diskusi yang cukup panjang dengan beberapa orang yang dia anggap mempunyai sosok ideal seorang senior, pemikirannya menjadi lebih terbuka. ditambah ke guyuban dia bersama teman-teman satu diklatnya membuat dia merubah keputusannya. rasa egoisnya mulai rontok…akhirnya diapun bersedia untuk “naik pangkat” menjadi Anggota Biasa. itu artinya tanggung jawab yang lebih berat sudah ada di depan mata. roda organisasi harus tetap berjalan. giliran dia dan teman-temannya yang akan menjadi motor penggerak organisasi ini . solidaritas nya terhadap teman-temannya yang sudah “naik pangkat” terlebih dahulu  meruntuhkan ke egoisannya. dia harus bisa menjadi bagian dari organisasi ini atau tidak sama sekali…”jangan perdulikan oknum2 yang tidak bertanggung jawab  di organisasi, karena tidak ada yang sempurna di dunia ini…” “dahulukan kepentingan organisasi…” kata-kata itu terus menyemangati dia…

februari 1996,

dalam satu acara Pertemuan Anggota, dia pun resmi menjadi seorang Anggota Biasa. seiring dengan terbitnya matahari pagi di timur, setelah melalui prosesi pengangkatan dan penggebyuran yang dilakukan oleh ketua umum  dia pun resmi menyandang nomor anggota di organisasi ini. NIM 96407/IMP. angka 96 adalah berarti tahun dia diangkat yaitu tahun 1996, dan 407 adalah nomor urut Anggota Biasa, artinya dia adalah orang ke 407 di organisasi ini yang mempunyai nomor.

yah,…sampai dengan saat ini angka 407 seolah tidak bisa lepas dari dirinya. dalam hal apapun dia selalu menyematkan angka 407 ini. rasanya dia sangat bangga sekali dengan nomor ini. nomor yang telah merubah paradigma berfikirnya di organisasi yang telah banyak memberikan pembelajaran dan warna untuk pribadinya. nomor yang menurutnya telah berperan mendewasakan pemikirannya dalam berorganisasi dan dalam pekerjaannya sampai saat ini..!!

organisasi itu adalah Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Brawijaya, atau lebih dikenal dengan singkatan IMPALA UNIBRAW

lihat saja,…

untuk alamat email dia membuat : sihotang407@hotmail.com

untuk Yahoo Messanger dia membuat ID : sihotang407

bahkan untuk blog ini juga dia membuat alamat url : https://sihotang407.wordpress.com

salam

//teke407

terima kasih buat semua teman-temanku eks diklatsar 17 impala unibraw, terima kasih buat seniorku yang sudah membuka “sempitnya” pemikiranku, terima kasih buat mama tercinta yang akhirnya bisa mengijinkan saya untuk ikut aktif dalam organisasi ini…





never give up…!!!

4 11 2008

never…never…never give up…!!!

kalimat penyemangat ini pernah dijadikan slogan pada saat saya mengkuti Diklatsar ke 17 organisasi Pencinta Alam di kampus saya di universitas brawijaya tahun 1994. slogan ini diberikan panitia untuk menyemangati kami yang berjumlah 41 orang agar tidak menyerah, supaya bisa menyelesaikan proses pendidikan dan latihan dasar kepencintalaman tersebut yang memakan waktu lebih kurang 7 hari. Baca entri selengkapnya »