Friday the 13

15 01 2009

rabu malam, 11 januari 1995

sekelompok mahasiswa muda berkumpul di ruang lobby fakultas sebuah universitas. mereka adalah panitia dari acara Baksos yang akan diadakan untuk mahasiswa baru. malam itu mereka akan berangkat ke lokasi kegiatan. sebagai team pioneer yang akan mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan utk pelaksanaan kegiatan baksos tsb.

tiba di lokasi hari sudah tengah malam, rumah yang dituju adalah rumah kepala desa, yang akan mereka jadikan sebagai home base untuk panitia, sebagian lagi menginap di ruang-ruang kelas sebuah sekolah dasar yang ada di sebelah rumah pak kades.

keesokan paginya, sesuai dengan tugas masing2, mereka menyebar ke beberapa lingkungan RT untuk mencek ulang kesiapan lokasi tersebut. maklum peserta yang akan ambil bagian dalam kegiatan kali ini cukup banyak. sekitar 150 orang mahasiswa baru.

selesasi dengan tugasnya masing-masing, mereka kembali mengadakan koordinasi dan briefing untuk kegiatan pada hari H. semua ruang kelas di sekolah dasar yang akan di gunakan sebagai tempat menginap peserta sudah di desain sedemikian rupa agar bisa dijadikan sebagai aula kecil yang dapat di gunakan sebagai tempat tidur, permasalahan minimnya air di lokasi sudah diselesaikan dengan bantuan warga sekitar yang dengan senang hati membantu panitia.

yah, acara tinggal menghitung jam. malam itu seorang lelaki muda bersama teman-temannya yang kebetulan aktif di organisasi pencinta alam kampus berkumpul sekedar melakukan koordinasi kecil2an. diselingi dengan minum kopi panas dan menghisap rokok, maklum lokasi tempat kegiatan ini berada di ketinggian yang bisa membuat orang menggigil kedinginan. ya, lokasi nya ini masih boleh dikata sebagai kaki dari gunung semeru. gunung tertinggi di pulau jawa.

jum’at, 13 januari 1995

tibalah hari H pelaksanaan. tenda untuk pelaksanaan sholat jum’at sudah didirikan di halaman sekolah. jamban sudah dibersihkan untuk digunakan tempat mengambil air wudhu. sekitar jam10.30 pagi hujan turun rintik-rintik. tapi anehnya matahari justru bersinar dengan terik. tidak terpintas firasat apapun mengenai hujan seperti ini. padahal menurut kepercayaan penduduk sekitar kalo terjadi hujan seperti itu biasanya membawa kabar duka..?? wah..wahh..jangan deh…!!

pukul 12.30 siang, peserta tidak kunjung tiba. padahal jadwal tiba jam 9 pagi tadi. hati mulai cemas, terlambat setengah jam masih bisa di tolerir, tapi ini terlambat sampai 3 jam setengah…?? panitia yang sudah berada dilokasi diliputi kebingungan,kenapa peserta masih belum juga datang. tiba2 pak kepala desa datang membawa kabar buruk. 1 dari 3 truk yang di sewa dari bek-ang kodam 5 yang ditumpangi peserta mengalami musibah, terbalik…!!!

beberapa orang panitia segera menyusul ke lokasi kejadian, untuk memastikan seburuk apa kondisinya.

dari informasi yang diterima ternyata seorang panitia yang juga menumpang truk tersebut terjepit dan tidak tertolong jiwanya.ya, dia adalah Arif Rahman, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, angkatan 1993. dia adalah teman saya…

yah, hari itu, jum’at, 13 januari 1995, empat belas tahun yang lalu, kami kehilangan seorang teman sekaligus sahabat, pria berbadan kurus dan berkacamata yang selalu tampil sederhana,

selamat jalan sahabat, semoga engkau tenang di keabadian…

-untuk mengenang Arif Rahman, FHUB 1993-

Iklan