…Aku Rindu…

10 11 2011

Pertengahan April 2010…

Pesawat yang kutumpangi mendarat dengan mulus walaupun dari gemuruh mesin yang terdengar bisa dipastikan kalo supir pesawat ini berusaha sekuat tenaga ngerem supaya pesawatnya tidak mendarat di rerumputan di ujung runaway Bandara Haluoleo (dulu Bandara Robert Wolter Monginsidi) – Kendari.

Mantap langkah kaki kupijakkan di landasan yang panas, sambil hati bertanya-tanya seperti apakah kota yang akan kudatangi sekaligus kutinggali dalam jangka waktu yang belum bisa ditentukan ini? Dengan langkah setengah berlari saya menuju pintu masuk Bandara, berusaha menghindar dari panas matahari menjelang siang yang cukup terik.

Beberapa tenaga Porter Bandara menawarkan jasa untuk mengangkut barang-barang ku. Akhirnya seorang dari porter itu kupakai jasanya untuk mengangkat koper yang cukup besar dan satu buah dos besar. 15 menit kemudian kopor dan dos besarku sudah kelihatan di conveyor, dengan sigap si bapak porter yang sudah setengah tua mengambil kopor dan dos besar ku dan meletakkan di atas troley. Sebenarnya jarak antara conveyor dan pintu keluar hanya 10 meter saja, tapi mengingat barang-barang yang kubawa cukup besar dan berat akhirnya kuputuskan untuk memakai jasa porter bandara.

Keluar dari pintu bandara wajah mr B yang menjemputku langsung senyum-senyum…”mendarat nya mulus gak Bang?” Kampret…gerutuku dalam hati. Rupanya dia sudah tahu tipikal Bandara Haluoleo ini. Landasan yang kurang mulus dan pendek pula, mangkanya tadi pesawat begitu menyentuh landasan langsung di rem mati…hahahahaha…aku jadi tertawa dalam hati.

Barang sudah kumasukkan di bagasi mobil minibus (yang kelak jadi kendaraan operasional ku sehari-hari), begitu masuk di mobil AC langsung kunyalakan dengan temperatur rendah dan blower tinggi, udara sejuk langsung kurasakan, biarpun panas terik matahari masih bisa tembus ke kabin mobil ini.Lumayan….

Sepanjang perjalanan menuju kota, kiri kanan jalan yang kulihat hanya barisan pohon kelapa dan tanah kosong yang ditumbuhi semak belukar. “Pemandangan begini sampe berapa lama bro..??” spontan saya bertanya ke Mr B. Dia tertawa terbahak-bahak….saya jadi tambah bingung….”welcome to the jungle, broooo….”. Sialan gerutuku kembali dalam hati. Tanpa diartikan lebih detil saya sudah tau pasti gambaran kota di tenggara Pulau Sulawesi ini. Panas, gersang, ditambah lagi minim sarana hiburan. Info ini kudapat dalam pembicaraan sepanjang perjalanan dari Bandara menuju kota yang berjarak sekitar 23 Km saja….

Cerita diatas selalu terlintas di benak saya setiap saya mengingat pertama kali datang di kota ini.

1 tahun 7 bulan sudah saya menjadi penghuni Kota Kendari ini. Segala macam kekurangannya sekarang sudah bisa kujadikan kelebihan. Masih untung ada Kopi Daeng yang menjadi tempat nongkrongku sehari-hari di Kota yang mulai terkenal dengan Tambang Nikel nya ini. Tapi rasa sepi setiap menjelang tidur tidak bisa kuelakkan. Celoteh si Kakak Regina dan Ocehan si kecil Lucy yang menjadi pengantar tidur kalau saya pulang ke Makassar selalu kuingat. Kadang sampai tengah malam si Kakak masih minta dibacakan buku ceritanya. Kadang dia minta diejakan kata-kata, maklum dia sekarang sudah diajari mengeja di sekolah TK nya. Yah…sepi, biasa sehari-hari saya bermain-main dengan mereka selepas jam kerja kantor, sekarang bisa pulang 1 bulan 1 kali pun sudah bersyukur.

1 tahun 7 bulan sudah kenikmatan bercengkerama dengan anak dan istriku tidak bisa lagi kunikmati. 2 bahkan 3 hari berada di Makassar setiap bulannya pun kurasa sangat tidak cukup. Setiap perjalanan pulang menuju Kendari kuanggap sebagai satu bentuk pengulangan perasaan kehilangan. Kehilangan keceriaan anak-anak ku, kehilangan senyum cantik istriku saat kujemput pulang kantor, kehilangan kebersamaan dengan mereka.

1 tahun 7 bulan sudah….

Entah sampai kapan….

sebulan…dua bulan..setahun..dua tahun lagi kah…?

Dear Mam, Kakak Re, Adek Lucy……AKU RINDU….

Kendari, 10 November 2011.

Iklan




We’re No Longer Three

14 10 2011

Bermula pada tahun 2007,tepatnya setahun setelah pernikahan kami, hadir bidadari kecil di tengah-tengah keluarga kecil kami, bidadari cantik yang kami beri nama Regina Aimee Mian Sihotang.
Selama lebih dari 3 tahun kami kemana-mana selalu bertiga. Pergi ke Mall, Nonton bioskop, Makan Malam, pokoknya kemana-mana selalu bertiga.
Sekarang, tepatnya saat Regina berumur 4 tahun 2 bulan, hadir kembali anggota baru di tengah-tengah keluarga kami. Seorang putri mungil yang cantik, yang kami beri nama Lucyana Audrey Deandra Sihotang.
Regina sekarang punya teman main baru, biarpun belum bisa diajak main puzzle, game online atau menggambar dan mewarnai yang menjadi hobby dari Regina saat ini.
Panggilan baru pun kami berikan untuk Regina : Kakak.
Dulu kami selalu memanggil Regina dengan panggilan “dek” sekarang kami panggil dengan “kak”.
Putri kami yang baru, Lucyana Audrey Deandra Sihotang lahir pada Sabtu pagi, tanggal 18 Juni 2011. Tanggal yang sama dengan tante nya (namboru nya) -kakak perempuan saya- Masih di Rumah Sakit yang sama tempat kakaknya dulu dilahirkan, dan ditangani oleh dokter yang sama pula 🙂

Sekarang….kemanapun kami pergi, kami selalu ber-empat, tidak lagi ber-tiga.
Stroller yang kami bawa pun sekarang 2, karena si kakak kalo lagi ngantuk suka minta duduk di stroller nya.
Perlengkapan jalan2 yang kami bawa pun sekarang jadi bertambah banyak…

Pastinya kehadiran Lucyana semakin membuat keluarga kami semakin semarak…..acara begadang pun kini menjadi rutinitas yang berulang….

So…we’re no longer Three now, we’re Four of us

–Bonar, Sari, Regina, Lucyana–

 





PeEr dari Mas Wira…

25 01 2009

Nah, ini dia, peer yang lainnya yang harus saya kerjain…yang saya dapet dari Mister Wira

seputar kedekatan kita dengan ibunda tercinta…:)

this is it…:

*How old is your mother?
71 years old

*What do you call your mother?

mama
*How is your relationship with your mother?

gud..!!
*Does she have another other children other than you?
Yup, kami 5 bersaudara, dana saya adalah anak bontot…
*Is she a good cooker?
setahu saya, mama tuh jago masak, hampir semua jenis masakan dia mampu bikin..dan yang pasti enak..:)
*Where was she raised?
Tapanuli, sumatera utara
*Do you love your mother?
of course…pasti banget…!!
*When was the last time you saw your mother?

bulan november tahun lalu…

*What is her favorite TV show?

sinetron dan acara musik jadul…

*What is your mother favorite restaurant?
dia lebih suka masakan karya sendiri

*Does your mother work?

nggak, cuman jadi Ibu Rumah Tangga

*What kind of music does she like?

lagu batak dan lagu2 gereja…
*What is your mother’s favorite store?

dia jarang shopping, kalo baju lebih suka jahit sendiri, soalnya dia bisa menjahit..

*Does she know who britney spears is?

kayaknya nggak deh…:)

*What is her favorite color?
Blue
*Where is your mother right now?
di cileungsi, sama bapak saya…
*What did you give your mother for mother’s day?

selalu ada, karena tanggal 22 Desember adalah HUT mama…
*Your mother is..
wanita paling perkasa di dunia ini yang telah melahirkan dan membesarkan saya…:)

————————————————–+++—————————————————————–

Nah, itu dia jawaban saya dari kuis ini tentang mama saya…

hmmm..belum kepikiran mau dilempar sama siapa yah kuis ini..ntar deh, saya lagi acak dulu..siap2siap yah..:))

salam,

//teke407





antara PUTUSS dan kami…

6 01 2009

bangun pagi-pagi, ke sekolah, ke kampus, ke kantor kita pergi…

tapi oh my God traffic jam lagi…

but you don’t have to worry…

ada Dagienx dan Dedi, yang s’lalu menemani…

di PUTUSS, ayo main yang bagus…

ayo main yang bagus….

itu adalah sepenggal jingle dari sebuah acara di radio favorit saya Prambors yang bertajuk PUTUSS. hampir dipastikan, setiap pagi dalam perjalanan menuju kantor [kalo kebetulan lagi bawa mobil] saya dan istri saya selalu setia mendengarkan kekonyolan duo penyiar gila : arie dagienx dan dedi desta ini. sampe2 kami sering mendiskusikan kekonyolan mereka. seolah guyonan-guyonan mereka sudah menjadi bagian dari ritual pagi kami. tidak peduli lagu apapun yang mereka putar yang kami nanti2 adalah saat mereka bercuap-cuap, ngoceh dan nyelak orang ataupun mereka sendiri yang berdebat dan saling melempar ejekan…kami bahkan sampai terbahak-bahak kalo mendengar kelucuan mereka berdua.

tapi sayangnya di awal 2009 ini kami tidak bisa lagi mendengar kekonyolan mereka berdua. rupanya mereka sudah berhenti mengisi acara PUTUSS, dan saat ini mereka digantikan oelh seorang penyiar lain, mas Imam Darto. terasa lain rasanya. seperti mendengar siaran radio yang tidak pernah kami dengar sebelumnya. kami tidak lagi antusias menunggu sang penyiar kembali bersuara setelah sebuah lagu selesai diputar. atau setelah jeda iklan.

garing kalo istri saya bilang. gak seru guyonannya. begitu dia bilang. yah memang betul. lain rasanya.

lalu saya berfikir. ahh..mungkin ini hanya masalah waktu saja. kalo kita terbiasa mendengar mas imam darto bersiaran tentunya nanti kita akan terbiasa dengan gaya siarannya…

ya…tinggal menunggu waktu saja, kalo udah terbiasa pasti enak deh…hehehehe…

itu juga mungkin yang dihadapi istri saya tercinta beberapa waktu yang lalu. paska proses kuret untuk mengeluarkan janin dari dalam kandungannya, istri saya terlihat selalu murung. gak ceria lagi. sering saya lihat dia termenung kalo lagi di kamar. bahkan waktu bermain-main dengan putri kami, regina.

lain dengan sebelumnya. dia begitu antusias dengan kehamilan keduanya ini. sering kami mendisksikan banyak hal tentang calon jabang bayi kami ini…”pa…nanti kalobegini..begini aja yah…bla..bla.blaa……”,

saya tidak bisa menyalahkan kondisi itu. saya cuman bisa mensupport dia saja. bertindak seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu apapun. walau bertentangan dengan hati kecil saya yang sama-sama juga sedang sedih. tapi kalo saya ikutan sedih malah nantinya akan semakin berlarut-larut…?

pelan-pelan, lambat laun, istri saya sudah bisa kembali tersenyum, cerah dan ceria. ini mungkin juga didukung oleh kondisi pada waktu kemarin, dimana kebetulan kita sama-sama mengambil cuti akhir tahun. kebersamaan kami dengan putri tercinta kami yang lagi lucu2nya seolah membantu proses penyembuhan “luka” di hatinya…kesedihannya berangsur hilang.

ya…memang cuman masalah waktu, dan membiasakan diri dengan kondisi yang ada. sebuah musibah tidak perlu harus di ratapi terus menerus. masih ada hal lain yang lebih bermanfaat lagi untuk dilakukan, life must go on…itu kata orang bijak

ada satu perubahan, kita tidak perlu kaget dan terus-menerus menyesali perubahan itu.berupaya untuk adaptasi dan nikmatilah perubahan itu…lama-lama kita akan terbiasa…

selamat bersiaran mas Imam Darto…semoga saya bisa cepat terbiasa dengan siarannya..

selamat berseri-seri lagi istriku sayang…

thanks buat semua rekan-rekan, sahabat-sahabat saya di dunia blog ini yang sudah bersimpati dan memberikan support buat kami berdua…semoga persahabatan kita bisa terjalin terus…

//teke407





the 2nd…[lanjutan]

3 01 2009

this is about sad stories…

dua hari menjelang natal…

kekhawatiran saya akhirnya terbukti…

meleset sekitar seminggu dari jadwal kontrol, akhirnya hari itu saya dan istri pergi ke dokter ahli kandungan untuk melakukan cek rutin. hati saya selama perjalanan menuju tempat praktek dokter yang berada di ruas jalan gunung bawakaraeng ini terasa nggak sreg, kayak ada yang kurang pas. atau istilah kerennya apa yah..??

ternyata benar, setelah melakukan external USG dan dilanjut dengan internal USG akhirnya dokter menyatakan kalo janin yang ada di kandungan sari -istri saya- tidak berkembang. jantungnya sudah tidak berdenyut lagi. sang janin harus segera dikeluarkan.

saya langsung terdiam. istri saya apalagi…

roman wajah tidak puas, sedih, campur aduk dengan perasaan lainnya terlihat di muka istri saya…

saya tidak bisa berkata-kata…

setelah selesai konsultasi dengan dokter, kamipun pulang…

begitu masuk ke dalam mobil pecahlah tangisan istri saya…

saya masih tidak bisa berkata-kata…hanya mampu mengusap rambutnya…

ternyata inilah bad feeling yang saya alami sepanjang perjalanan menuju dokter tadi. ternyata inilah jawaban dari ke-tidak-pas-an hati saya tadi. ternyata inilah…

entah kenapa yang terlintas di benak saya saat itu hanyalah  beberapa bait dari lagu simon and garfunkel

Like a bridge over troubled water
I will lay me down
Like a bridge over troubled water
I will lay me down

rabu, 24 desember 2008

melalui proses kuret di rumah sakit, janin yang sempat bersemayam selama 2 bulan dan 6 hari di dalam kandungan istri saya pun dikeluarkan…

so long…

[mungkin] Tuhan punya rencana lain…

//teke407

http://sariiffa.wordpress.com/2009/01/02/maafkan-mama-ya-sayang/





pulang kampung

23 12 2008

selesai membantu temannya membuat tugas maket dia segera meluncur pulang ke tempat kosnya. sore itu dia berencana pulang kampung. ya, satu kebiasaan di penghujung tahun, untuk memperingati natal bersama orang tua dan saudara-saudaranya…apalagi di  natal kali ini sudah hadir di tengah keluarga besarnya, bayi mungil buah pernikahan kakaknya…rasanya tidak sabar dia untuk bertemu dengan keponakannya…

tapi ada satu hal yang mengganggu dia saat itu. pilek yang dideritanya selama beberapa hari ini tidak kunjung sembuh. temannya yang dibantu tadi menyarankan supaya dia makan obat saja pas perjalanan, supaya bisa tidur. tidak salah juga pikirnya.

sengaja dia tidak membeli tiket kereta api atau bus malam untuk perjalanan pulangnya. dia berniat membuat perjalanan semacam avonturir untuk perjalanan pulang kampungnya. barangkali dia terinspirasi oleh sepak terjang Si Roy, nama satu tokoh di sebuah novel karya Gola Gong yang akhir-akhir ini sering dia baca.

tas ransel carrier bermerek alpina yang dia beli bekas dari temannya sudah diisi penuh oleh pakaiannya. sebuah tas kecil untuk  menyimpan dompet sudah disiapkan.

jam 7 malam dia memulai perjalanannya. lamanya perjalanan sudah dia perhitungkan supaya bisa tiba pagi hari di kota jogjakarta. supaya dia bisa melanjutkan perjalanan naik kereta ekonomi jurusan bandung. ya…trayek angkutan dari kota-ke kota sepertinya sudah dia hapal betul.

perjalanan dimulai dari terminal landung sari – malang, dia naik sebuah bus 3/4 tujuan jombang. tiba di jombang dia langsung naik bus besar menuju jogja. efek obat pilek yang dia minum mulai bekerja. di dalam bus yang dia naiki dia mulai digerogoti rasa kantuk yang luar biasa. ahirnya dia memutuskan untuk tidur di deretan kursi untuk 3 orang, duduk di paling pinggir dekat jendela, dan tas ranselnya pun dia letakan di antara dua kakinya. supaya aman pikirnya.

sepanjang perjalanan dia terlelap. sempat terbangun sebentar namun dilanjut lagi tidur karena masih ngantuk berat.

pukul 4 subuh dia dibangunkan oleh kondektur bus tersebut. rupanya tinggal dia sendiri penumpang yang belum turun. sementara bus sudah sekitar setengah jam yang lalu parkir di terminal umbulharjo – jogjakarta.

dia pun menggeliat sebentar, mencoba untuk bangun. lalu dia merasakan keanehan. rasa kantuk yang masih menggantuk tiba-tiba lenyap. berganti kekagetan. tas ransel yang dia letakkan di sela-sela kakinya sudah tidak ada lagi di tempatnya semula. dia pun segera menengok ke kolong-kolong bangku di dalam bus tersebut. tapi tasnya sudah tidak ada. lalu kemana larinya tas tersebut..?? dia pun segera turun dari bus dan bertanya kepada awak bus yang tadi membangunkan dia. rupanya si mas kondektur pun tidak tahu ada dimana tasnya berada. informasi yang diberikan oleh si kondektur adalah penumpang terakhir yang duduk disebelahnya adalah seorang perempuan yang sudah agak berumur. ya…itu yang dia ingat tadi waktu dia terbangun sebentar, dia seperti melihat seorang perempuan setengah baya di sebelahnya, tapi karena tidak ada kecurigaan apapun dia pun melanjutkan tidurnya lagi. lagi pula saat itu tas nya  masih berada di sela-sela kakinya.

rupanya dia telah menjadi korban sindikat pencoleng tas yang sering beraksi diatas bus di perjalanan antara solo dan jogja. lalu dia pun lapor ke pos polisi yang berada tidak jauh dari terminal. yah sekedar untuk formalitas sekaligus menumpahkan kekesalannya kepada pak polisi yang ada disitu yang menerima laporannya sambil manggut-manggut.

tapi dibalik musibah yang dia terima dia masih bersyukur pada Tuhan, karena dompet yang berisi uang dan dokumen2 lainnya masih aman tersimpan di dalam tas kecil yang memang sengaja dia buat untuk menyimpan dompet, padahal sebelum dia tidur di dalam bus tadi sempat terpikir untuk memasukkan dompetnya ke bagian atas ranselnya yang bisa digunakan untuk menyimpan dompet dan benda-benda kecil yang lain….ah..syukurlah…

jam 5 pagi, setelah nyuruput segelas kopi di terminal dia pun bergegas pergi, tujuannya adalah stasiun tugu – jogjakarta. jam 7 pagi kereta ekonomi tujuan bandung akan berangkat. dengan berjalan kaki sambil menghisap sebatang rokok diapun mulai menyusuri pagi di jogjakarta. tiba di stasiun dia mencari wartel untuk menelepon ke rumahnya di bandung, untuk melaporkan musibah yang sedang dia alami.

tepat jam 7 pagi kereta api bergerak perlahan, meninggalkan stasiun tugu, menuju kota bandung. laki-laki muda itu ada diatas kereta…

dia pun pulang kampung…

sebuah karma telah terbayar…

malang – jombang – solo – jogja – bandung, di penghujung tahun ’95

//teke407





love story…

19 12 2008

a-love-story2

september 2004

Seorang lelaki muda, berbadan gemuk dan berkaca mata sedang berbicara dengan bossnya di suatu hari di sela-sela jam kerjanya.
Perbincangan antara keduanya terlihat serius sekali. Sesekali bossnya melihat ke kalender meja yang berada tepat disamping komputernya yang sudah berlayar LCD.
Rupanya hari itu si lelaki muda ini sedang mengajukan cuti tahunannya yang harus segera diambil kalo tidak mau hangus. lalu kenapa terlihat serius sekali..? rupanya [lagi] jadwal cutinya bertabrakan dengan jadwal rencana keberangkatan bossnya ke singapura. Sebelumnya bossnya keberatan dengan pengajuan cutinya ini. Namun akhirnya dengan berbagai macam alasan si boss akhirnya luluh juga dan mengabulkan permohonan cutinya yang di bumbui dengan bermacam syarat-syarat. Intinya dia tidak boleh mengambil cuti lebih dari 5 hari, padahal sisa cutinya masih sisa 10 hari…dengan berat hati dia pun menerima syarat dari bossnya, maklum saat itu dia adalah orang “kedua” di unit kerjanya, jadi mau tidak mau pada saat bossnya sedang tidak di tempat dialah yang harus menggantikan posisi bossnya.
Lalu kenapa si lelaki muda ini begitu ngotot untuk mengambil cuti…? Rupanya si lelaki muda ini selain bekerja reguler di kantornya, setiap hari sabtu dan minggu dia bekerja di sebuah operator outbond sebagai tenaga lepas. Hampir setiap hari sabtu dan minggu dia habiskan di areal bumi perkemahan Cibodas – puncak, menjadi seorang Pemandu Kelompok pada suatu kegiatan outbond.
Nah, kebetulan…operator outbond tempat dia menjadi freelance ini menawari dia untuk menjadi pemandu di sebuah kegiatan outbond yang akan diadakan di Kota Malang. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, dipikirnya sekalian berlibur ke kota tempat dia kuliah dulu dan dapat uang saku dan honor pula dari memandu outbond.
Singkat cerita berangkatlah dia ke kota malang, disana dia bersama beberapa orang temannya menyiapkan segala sesuatunya.
Tiba hari H pelaksanaan outbond. Saat itu pesertanya adalah para sekretaris dari sebuah bank swasta di indonesia. Tentunya mayoritas peserta pastilah perempuan-perempuan cantik yang datang dari berbagai daerah. Sepertinya ini juga yang memotivasi keberangkatan dia ke kota apel ini. Posisi sedang jomblo pula…
Seluruh rangkaian acara outbond berjalan lancar, para peserta merasa puas dengan kinerja panitia dan pihak operator outbond. Pada saat perpisahan si lelaki muda ini tidak lupa utk saling bertukar nomor HP dengan beberapa orang peserta. “wah…dapet temen baru lagi nih…” itulah yang mungkin berada di pikirannya…” cewek-cewek cantik pula…”.
Beberapa hari kemudian, sementara si lelaki muda ini sedang menikmati hari-hari terakhir cutinya ada pesan singkat yang masuk ke Hp nya. Ternyata dari salah seorang peserta outbond kemarin…!!! dengan excited dia segera membaca SMS tersebut, dan ternyata adalah sebuah ucapan terima kasih atas pelayan yang diberikan selama pelaksanaan outbond kemarin. Wah senengnya…lalu berlanjut lah komunikasi antara keduanya. SMS pun mulai sering dikirim..dilanjut kirim2-kirim email…dst..dst…
Hingga pada suatu hari teman barunya yang ex peserta outbond ini mengenalkan lelaki muda ini dengan seorang temannya, yang ternyata juga menjadi peserta di outbond kemarin. “Pucuk dicita ulam pun tiba..” itu yang ada di benak  si lelaki gemuk berkaca mata ini. Karena kebetulan dia pun lagi jomblo…
Dari perkenalan lewat sms, berlanjut ke bertelepon dan berkirim email, sampe akhirnya mereka pun “jadian”, padahal lucunya, mereka gak pernah ketemuan, kalaupun mereka pernah bertemu itu pun pada saat berlangsungnya kegiatan outbond, dan dia pun tidak tahu persis yang mana si wanita cantik ini.
Hingga pada suatu hari di bulan oktober si lelaki muda ini memutuskan untuk pergi ke kota dimana pujaan hatinya berada. Kebetulan kota tempat tinggal si gadis berada nun jauh di seberang lautan. Membutuhkan 2 jam penerbangan untuk tiba disana. Semua hal dipersiapkan sebaik mungkin, penampilan agak di perbaiki, maklum…jangan sampe mengecewakan.
Tiba di kota tujuan, hari sudah mulai gelap, dengan berbekal keterbatasan memori dia tentang si gadis dia tengok kiri dan kanan…dan… seorang perempuan cantik sudah menunggu. Dengan malu-malu lelaki ini menghampiri dan menjabat tangan si gadis. Terasa halus dan lembut. Bergegas keduanya menuju taksi yang sudah menunggu. Sepanjang perjalanan keduanya lebih banyak diam, mungkin satu sama lain bingung mau ngomong apa, mungkin masih malu-malu. Padahal kalo bicara di telepon sepertinya sudah karab betul….tapi begitu ketemuan dua-duanya langsung diem-dieman…hahahaha…lucu banget…
Selama tinggal beberapa hari di kota yang di kenal dengan sebutan kota anging mamiri ini lebih banyak dihabiskan untuk berjalan-jalan, tentunya dengan di temani tuan rumah yang cantik ini. Kebetulan juga si lelaki muda ini baru pertama kalinya berkunjung ke kota yang katanya jantungnya Indonesia Timur.
Tiba hari perpisahan di minggu sore, si gadis mengantar si lelaki berkaca mata ini ke bandara. Kembali, sepasang kekasih yang baru beberapa hari merasakan hangatnya pertemuan harus berpisah. Sepanjang jalan mereka lebih banyak terdiam. Sopir taksi sesekali melirik lewat spion yang ada di muka. Mungkin khawatir penumpangnya tiba-tiba sudah menghilang…
Tiba di bandara, si gadis semakin tidak bisa bicara. Terlihat matanya mulai berkaca-kaca. Sampai saat si lelaki mengucapkan kata perpisahan..tiba-tiba…tanpa kompromi…tanpa basa-basi dia mengecup mesra bibir si gadis ini. Terkejut…antara mau mau marah [atau mungkin], senang…atau…atau…si gadis tidak mampu berkata-kata…si lelaki segera menutup pintu taksi. Dan meminta agar si gadis segera pulang….
si lelaki muda, yang gemuk dan berkaca mata ini sudah tertambat…pelabuhan hatinya sudah di temukan…

8 April 2006…

Setelah melalui lika-liku dan beratnya cinta jarak jauh, si lelaki muda ini mempersunting si gadis…
Janji pernikahan pun diucapkan dalam prosesi pernikahan kudus…
Yah..seperti cerita Hans Christian Andersen…akhir cinta mereka berdua diakhiri dengan kebahagiaan…

Inilah mungkin yang dikatakan misteri cinta, soul-mate, atau apalah…
Misalnya saja…, seandainya…boss si lelaki ini tidak memberikan ijin bagi dia untuk cuti, barangkali jalan ceritanya tidak seperti ini…mungkin akan nada cerita yang lain…

Saat ini…si lelaki muda dan istrinya menetap di makassar, seorang puteri cantik bernama regina aimee, buah dari pernikahan sudah berada di tengah-tengah mereka, calon adiknya saat ini sudah bersemayam di kandungan istrinya, dan bila dalam satu kesempatan, lelaki muda bersama istrinya bertemu dengan famili atau teman, dan mereka menanykan bagaimana proses pertemuan mereka…dia pun menjawab dengan mudah…”wah…panjang ceritanya…”, karena dia sendiri bingung mau cerita dari mana mulainya…

Seperti kata pepatah…Asam di Gunung, Garam di Laut…

Lelaki muda, berkaca mata dan berbadan gemuk itu adalah saya sendiri…

//teke407