relative…[“andai aku menjadi”]

8 02 2009

wah, udah lama gak update “rumah kecilkku” ini…hmm..keasikan mainan baru soalnya…hehehe..

tadi sore, kebetulan gak ada kerjaan, pulang dari jalan-jalan, seperti biasa, sabtu dan minggu saya nonton salah satu acara reality show di sebuah tv swasta, dg tajuk “andai aku menjadi”.
sebenarnya saya sudah lama mengikuti acara ini. dalam setiap episode selalu berganti-ganti topik, tapi intinya adalah bagaimana kita mengikuti “kesusahan” dari hidup seseorang dan keluarganya.
terlepas dari adanya unsur eksploitasi “kemiskinan” untuk dijadikan komersil, tapi saya melihat salah satu sisi positif dari tayangan acara ini.
dalam kehidupan sehari-hari, saya sering mengeluh, kadang dalam hati, kadang saya sampaikan sama teman di kantor atau kepada istri tercinta di rumah.
keluhan saya selalu seputar ketidak-puasan saya atas apa yang sudah saya dapat selama ini. intinya sih saya selalu merasa tidak puas…
tapi setelah melihat tayangan acara ini saya jadi berfikir….ternyata masih ada yah orang yang justeru hidupnya lebih susah dari saya. bahkan, bisa makan sekali dalam sehari pun mereka sudah bersyukur. saya coba membandingkan dengan diri saya yang sampai dengan saat ini masih bisa 2 – 3 kali dalam seminggu makan di restoran cepat saji. atau jalan-jalan di mall. beli barang2 yang kadang saya sendiri tidak terlalu membutuhkannya.
bandingkan dengan mereka yang harus “jungkir balik” kerja seharian demi mendapatkan beberapa lembar uang ribuan…
“…ahh..bonar…kau ini betul-betul tidak tahu diri….!!”
“kau selama ini masih bisa pergi ke kantor naik mobil ber AC, walaupun itu kadang-kadang…”
“masih bisa beli baju baru…”
“masih bisa makan di restoran…”
“masih bisa pake HP…”
“masih bisa punya laptop…”
“masih bisa internetan…”
“masih bisa beli rokok…”
“masih bisa bawa anakmu jalan-jalan ke mal setiap minggu…”
…..
“…bandingkan dengan saudaramu yang harus membanting tulang untuk bisa makan…itupun makan dengan lauk seadanya…”
“tidak punya HP,…”
“tidak punya televisi,…”
“tidak punya komputer,…”
“tidak punya yang lainnya yang kau punya…”
“tapi mereka masih bisa mensyukuri untuk hidup yang bisa mereka jalani sehari-hari…”
…….
“…cobalah kau syukuri itu bonar…!!!”

lalu saya berfikir, “sebenarnya, apa sih yang bisa membuat manusia merasa cukup….???”

saya cuman bisa terdiam…hati kecil saya terus mengejek “rasa ketidakpuasan” saya…

“ahhh…kepuasan pada diri setiap manusia memang relative…”

tapi..setidaknya kini  saya bisa bersyukur untuk hidup yang telah diberikan Yang Maha Kuasa…sampai dengan detik ini…

makassar, 8 februari 2009

//teke407

Iklan