siapkan biskuit, permen dan susu kotak…

10 12 2008

image001 image002

Kita membuang Rp 1,5 milyar receh setiap hari

image004Sadarkah Anda, bahwa kita, penduduk Jakarta, setiap harinya membuang uang receh hingga mencapai 10 digit setiap harinya, ke jalanan. Mari kita berhitung. Jumlah anak jalanan di Jabodetabek saat ini berdasarkan data terakhir dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencapai angka 75.000. Pendapatan mereka seharinya bisa mencapai Rp 20.000 – Rp 30.000. Bila kita ambil Rp 20.000 dikalikan 75.000 anak, berarti kita membuang uang receh (cepek, gopek, seceng) sebesar 1.500.000.000 alias 1,5 milyar per hari!

Kita membuat mereka betah di jalan
Perhitungan matematis di atas menimbulkan satu pertanyaan ironik yang besar. Bisa jadi kitalah yang membuat anak-anak itu betah berada di jalan. Dengan mengamen, mengemis, menyapukan kemoceng di atas dashboard mobil, atau menyodorkan amplop sumbangan – satu anak jalanan usia SD bisa memiliki penghasilan yang beda tipis dengan lulusan diploma. Begitu mudah bagi mereka. Tanpa perlu capek-capek sekolah, susah-susah melamar kerja, toh hasilnya hampir sama.

Jajan, main dingdong, dan setoran
Tanpa maksud menggurui, Sahabat Anak sepakat dengan salah satu program UNICEF, yakni berhenti memberi uang kepada anak-anak jalanan. Dari sekian penelitian yang dilakukan sejumlah LSM, uang yang diperoleh anak-anak marjinal ini, sebagian besar tidak mendukung peningkatan kesejahteraan mereka. Jajan, ada di peringkat pertama; main dingdong atau permainan elektronik lainnya, menjadi pilihan kedua; terakhir, setoran ke orang tua atau inang/senior sebagai pelindung mereka di jalanan. Jadi, bocah-bocah berpenampilan kumuh ini pun tetap miskin, tetap terancam putus sekolah, dan tetap berkeliaran di jalan.

Siapkan biskuit, permen, susu kotak

Setelah memahami penjelasan di atas, keputusan dikembalikan kepada Anda semua. Mari, menjadi sahabat anak yang tidak memanjakan, tapi melakukan tindakan serta bantuan yang langsung bisa mereka nikmati. Sebagai pengganti uang receh, berikan mereka nutrisi bergizi atau barang layak pakai. Mulai sekarang, sediakan dalam tas atau mobil Anda: biskuit, permen, buah, susu kotak/botol, atau barang-barang bermanfaat lainnya – yang langsung bisa diberikan saat tangan-tangan kecil itu menengadah di dekat Anda.

sumber : milis impala_unibraw@yahoogroups.com


Aksi

Information

13 responses

10 12 2008
David Simamora

perhitungan yg masuk akal. kalo aq, ga perna ngasi ke pengemis ato anak2 jalanan. Karna kemgkinan besar, dia lebih kaya darpada aq.

10 12 2008
cutemom cantik

wah ada benarnya juga tuh bang….apalagi kalo dah musim lebaran..banyak bgt yang dipnggir jalan

10 12 2008
JelajahiDuniaEly

dari dulu saya paling nggak suka ngasih duit ke anak-anak yang mengemis di jalanan, soalnya ya itu nggak tahu mau dikemanakan dan diapakan uang itu, bener sekali, mending kasih permen dsb, tapi kebiasaan yg ada memang pada ngasih anak-anak itu uang receh …. gila … sampai semilyar lebih kalau dikumpulkan semua uang receh itu ? ck..ck..ck..
btw, postingannya bagus sekali nih

10 12 2008
Nyante Aza Lae

spakat lae…
kita kasih pancing aja, jangan kasih ikan….lho…
(emange dkt traffic light ada pantai???)…g mudeng ahhh

11 12 2008
tuyi

Wah…tuyi pusing bang itung-itungan…
ikhlaskan aja deh….

11 12 2008
kertasaja

tar klo malah marah2 gimana bang?
biar mereka kecil, jiwanya kan pada preman semua tuh
hehe

11 12 2008
petak

Solusi bagus juga tuh
kitA kan bisa kasi susu, makanan
ato malah hape biar mereka gampang komunikasinya sama ortu:mrgreen:

11 12 2008
estonhasiant

Nanti..Dinas Kebersihan dan Pertamanan bikin hitungan lagi Lae, ternyata terjadi peningkatan jumlah sampah bla bla bla….serba salah kadang!. Pernah punya tetangga spt ini, pagi sampai siang ngemis, sore main layang2, mlm nonton tv, istri dua anak banyak, padahal waktu itu saya PNS radio aja nggak sanggup beli, ngekos lagi.

12 12 2008
Rita

Setuju dengan permen biskuit dan susu ktak…. Serbasalah sih.. kalo nemu mereka dijalan, ngasi receh, konsekuensinya sprti tertulis diatas, gak dikasih malah kadang nyesel takut mereka gak makan gara2 kita gak ngasih receh…

12 12 2008
Red Dog

wow, saya baru tau loh juragan

saya sih memberi mereka gara-gara saya merasa kasihan saja…tapi kalau memang benar itu yang terjadi ya gpp lah, toh serba salah juga…mau ngga ngasih gw ngeliatnya kasian banget (ga tega)…

thanks infonya

Peace and Love
Red Dog

12 12 2008
michaelsiregar

Bah.. saya pun merasakan hal yang sangat mencolok… setiap saya pulang ke Indonesia… yang pertama saya jumpai di Jakarta adalah ramainya pengemis dilampu merah… padahal di Eropah dan di USA hal ini jarang sekali terlihat… yang ada adalah Pengamen yang menyuguhkan musik di taman taman, atau pelukis jalanan … setidaknya mereka melakukan sesuatu dengan Proffessional…

12 12 2008
bonar

@david simamora
@cutemom
@mbak ely
@nyante aza lae
@tuyi
itulah kenyataan yg ada di negeri kita, bahkan beberapa kota sudah mengeluarkan perda yg melarang utk mengemis di jalanan bahkan utk yg memberi juga bisa dikenakan sanksi…tapi itulah, anjing menggonggong kafilah tetap berlalu

@michael siregar
kondisi disini dan di negeri seberang sana memang lain betul lae, kesadaran utk mandiri dan memanfaatkan kemampuan/skill pribadi sangat rendah sekali, apalagi ditunjang dengan kebiasaan “kita” utk memberi yang tidak pada tempatnya, membuat mereka keenakan….hehehe…

4 02 2009
mudzakir fauzi

salam
saya seneng bgt membaca tulisan anda. saya juga sangat setuju dengan pendapat anda yang mengenai anak jalanan tak pantas dikasih dengan uang, yang pantas untuk anak jalanan ialah susu kaleng, biskuat dan permen. selain itu juga pendidikan sangat berguna bagi mereka.
saya pernah bertanya dengan salah satu anak jalanan di JABOTABEK tentang pendidikan mereka, ternyata mereka butuh dengan pendidikan, namun orang tuanya tidak sanggup untuk membiayainya.
oleh karenanya saya mempunyai program di komunitas kelas saya yaitu peduli dengan anak jalanan dalam bentuk pendidikan. saya minta kerjasamanya dengan anda dalam bentuk pemikiran maupun finansial.
atas kerjasamanya saya nucapkan terima kasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: