antara paten, tempe dan bengawan solo…

13 09 2008

beberapa hari ini postingan di salah satu milis yang saya ikuti berbicara tentang masalah hak paten.

para pengrajin perak di bali mengeluhkan tentang di caploknya hak cipta desain ukiran mereka oleh warga negara asing yang semula menjadi langganan hasil karya mereka. namun karena ketidaktahuan mereka tentang hak cipta a.k.a hak paten, akhirnya dimanfaatkan oleh orang lain untuk mengeruk keuntungan dari hasil karya para perajin ini. mereka tidak lagi bebas mengespresikan imajinasi seni mereka karena salah-salah mereka bisa dilaporkan ke polisi karena melanggar hak paten/karya cipta orang lain. padahal mereka sudah membuat desain ukiran perak itu secara turun temurun, dari jaman nenek moyak mereka…

sebenarnya hal ini bukan “barang” baru buat indonesia. beberapa waktu yang lalu kita pernah dihebohkan dengan berita di patenkannya karya seni batik, yang merupakan karya seni tradisional asli indonesia oleh negara lain. lalu kesenian reog ponorogo pun tidak luput dari usaha ini. hasil kerajinan rotan juga di caplok. bahkan tempe pun yang merupakan salah satu makanan khas tradisional indonesia pun harus rela dipatenkan oleh negara lain yang mungkin tidak mengerti bagaimana cara bikin tempe…hahahaha…kalo gak salah lagu bengawan solo pun diambil hak patennya oleh negara jepang…[kalo gak salah lho yaa..mohon CMIIW…]

pencaplokan hak paten karya seni ukiran perak dan yang lainnya bisa jadi dipicu oleh ketidakmengertian tentang fungsi dan kegunaan hak paten. yang ditambah keruh lagi dengan kerumitan pengurusannya,  menjadi masalah utama.

sosialisasi dari pemerintah dalam hal ini instansi terkait, seperti dept. pariwisata, perdagangan, dll yang diharapkan bisa mendorong warga masyarakat untuk semakin peduli terhadap hak paten atas karya cipta masih sangat kurang. pemerintah terkesan pasif kalo tidak boleh dibilang membiarkan…

masih banyak hasil karya cipta bangsa yang [sepertinya] belum dipatenkan. aroma kopi toraja, kopi racik khas jawa timuran, cotto makassar, roti unyil, talas bogor, salak pondoh, dan masih banyak lagi…

apakah ini hukum karma buat indonesia ?? sehubungan praktek bajak membajak karya cipta orang lain sangat subur disini…mendapatkan kepingan DVD bajakan film terkenal seperti semudah membalikkan telapak tangan. mau main games PS2 ?? jangan kuatir, di mall ambasador/itc kuningan kita dapat dengan mudah mendapatkan kepingan cd games bajakannya. mau cari tas untuk istri tercinta atau pacar tersayang yang bermerek terkenal seperti Luis Vuitton ? Guess ? DG ? gampang…!! datang aja ke ITC mangga dua, semua merek tersedia..dengan harga tidak sampai seperlima dari harga barang aslinya…hahahaha…

semua elemen bangsa seolah terbangun dengan peristiwa pencaplokkan hak paten ini, termasuk para wakil rakyat di parlemen yang cuman bisa teriak-teriak [sok peduli…maklum menjelang pemilu 2009 semua tiba-tiba menjadi peduli/peka masalah bangsa..]. tapi tidak diikuti langkah konkrit yang harus diambil.

termasuk saya sendiri. yang tadinya terbawa emosi akhirnya saya disadarkan oleh kondisi di sekitar kita sendiri. seberapa pedulikah kita atas hasil karya orang lain ?di glodok, yang merupakan sarang dari dvd bajakan malah sepertinya tidak pernah disentuh oleh pihak berwenang dalam hal ini kepolisian, padahal kantor polisi persis di sebelah pertokoan glodok…!! tragis memang…

lalu harus bagaimana dong..??

sepertinya kita harus ngaca dulu deh sebelum teriak-teriak hehehehe…!!

[termasuk saya juga yang masih suka dan doyan dengan produksi bajakan….:P]

//teke407


Aksi

Information

7 responses

13 09 2008
dudi

makanya mulai gunakan linux! *promosi*

13 09 2008
dudi

btw, kayaknya elu udah mulai kecanduan virus deh kek dan menu-menu di blog elu semakin bervariatif. hihihihi….😉

13 09 2008
Pots

Gak lah ga bisa disebut karma. Soalnya yg melakukan bajak-membajak itu kan cuma segelintir penjahat yang memang kerjanya palsu memalsukan barang kaya gitu.
Sedangkan yg dilakukan orang asing itu adalah tindakan pencurian tapi sah menurut hukum…

13 09 2008
roim

dimulai dari diri sendiri saja sam … cukup sederhana.

15 09 2008
liriklirih

sob,
memang perbuatannya sama2 melecehkan hak cipta, tapi mereka (yg mematenkan hasil karya pengrajin) membajak apa yg milik umum menjadi privat.
globalisasi kalo dianggap sebagai wilayah pertempuran, jelas sekali pemerintah negara ini sedang menghadapkan moncong meriam ke sarang semut yg dihuni oleh warganya sendiri. lha wong posisi tidak sejajar, tapi menerima semua aturan2 yg ditawarkan diWTO.

*wes koyo aktivis ga? [sambil matanya kedip-kedip]

16 09 2008
dudi

@liriklirih. ru, mengubah milik umum jadi privat, atau mengubah yang privat jadi milik umum. intinya ya sama-sama membajak. Esensinya itu yang paling utama.

Memang mereka salah, tapi kita juga salah. Maka saran yang paling tepat ya ngaca dulu😀.

BTW, komentarku ditulis diatas sistem operasi orisinil kok. tenang ae =))

20 01 2009
ndaru392

wadahh….mang paten-mateni temenan…wes gak anak dulur gak ana bolo…
petani dipenjara karena membenihkan padi yang dipanennya. dan ternyata padi tersebut dipatenkan oleh perusahaan yang sering pasang iklan ditipi-tipi sebagai produk rekayasa genetik.
secara umum, indonesia sedang menghadapi permasalahan terkait dengan paten dalam 3 kelompok besar. kelompok itu adalah (cmiiw) : Genetic Resources, Traditional Knowledge and folklore. untuk ketiga kelompok tersebut ada working group yang mencoba mengurai kekuatan dan potensi indonesia. untuk genetic resources sendiri (liat di CBD) sedang dibangun fondasi untuk RUU Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik. ada banyak isu disana. pertarungan bukan sekedar antara negara maju dan negara berkembang. negara miskin sumber daya alam dengan yang kaya dengan sumber daya alam. africa punya aturan regional, brazil punya aturan tentang access and benefit sharing, peru juga tidak mau kalah. india berhasil memenangkan beras/padi basmati (basmati rice case). semua negara-negara itu masing-masing punya posisi yang tidak mutlak seragam. dimana indonesia? menetapkan (positioning) ownership dari SUMBER DAYA GENETIK aja masih bingung, gak usah yang complicated seperti SDG, ditanya masalah agararia mau dikemanakan saja udah beragam jawab yang terungkap. modernist dan pro kapitalist setuju reformasi agraria. konservatif agak cenderung kepembelaan kepada peasant dan sodara-sodara di pelosok desa. akhirnya UUPA tidak pernah diganti tapi semakin banyak disimpangi. saya pribadi memilih MEMPERTAHANKAN UUPA dari derasnya abrasi moral dari kaum modalist dan pengerukkeuntungansemata.
balik kemasalah paten-mateni, bener jare dudi, roim, pots, liriklirih (swandancuka kiy?) nah sekarang mulailah dari kita sendiri (ngutip omongane roim, dak dpateni khan im???) mulai membeli barang hasil duplikasi tak berijin (bukan illegal) atau mulai melirik pisang yang dijual oleh petani pikulan? ingat pasar kita sudah dibanjiri buah hasil rekayasa genetik yang melemahkan petani. saran saya anda beralih/memiliki profesi ganda sebagai petani aja kek…petani ganja….gak ada yang mateni kog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: