Motor di lajur kiri…

9 09 2008

Ada pemandangan menarik di ruas jalan Slamet Riyadi [makassar] pagi ini.

Seorang petugas Polisi Lalu Lintas, lengkap dengan seragam dan helm khas polantas berdiri tegap di pinggir jalan, memegang sebuah plang berbentuk persegi empat yang bertuliskan “Motor di jalur kiri” sambil tangannya melambai-lambai. Maksudnya untuk mengarahkan para pengendara sepeda motor untuk masuk di lajur kirin jalan raya. Sepintas memang lucu tapi kemudian saya jadi berfikir, sampe segitunya yah untuk mengarahkan para pengendara sepeda motor supaya masuk di lajur kiri yang memang sudah di beri pembatas dan khusus untuk para pengendara sepeda motor.

Kampanye menggunakan lajur kiri bagi pengendara sepeda motor di kota makassar sebenarnya sudah cukup lama di sosialisasikan. Sudah banyak lajur kiri yang diberi pembatas berupa cone berwarya oranye yang menandakan lajur khusus bagi pengendara motor. Ini diberlakukan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi di kota makassar, terutama yang melibatkan kendaraan roda dua alias motor. Bahkan ada beberapa ruas jalur kiri yang tidak cuman diberi cone, tapi juga patok dari kayu dan diberi tali tambang di sepanjang lajur. Tapi  ya itu tadi, karena gak diawasi polisi masih banyak motor yang tidak masuk lajur kiri, tapi tetap berada di tengah-tengah jalan raya.

Rupanya pihak kepolisian tidak mati akal untuk mengarahkan para pengendara motor yang “nakal” ini untuk masuk lajurnya, akhirnya dibikin lah cara seperti pagi ini, karena kalo cuman di arahkan hanya dengan plang peringatan bertuliskan arahan tanpa ada petugasnya masih banyak pengendara motor yang nakal alias tidak mau masuk lajur kiri. Rupanya kalo ada polisi mereka jadi takut dan nurut…hehehe…

Sepertinya hal ini bukan hanya terjadi di kota makassar. Di banyak kota di indonesia masih banyak pengguna jalan raya yang tidak patuh aturan. Mereka masih menganggap kalo Polisi = Hukum/Peraturan. Kalo tidak ada polisi = tidak ada peraturan. Contoh lainnya yang kerap terjadi misalnya ada yang mau motong jalan, tapi jalan yang mau dimasukkin itu ada tanda larangan utk masuk atau Ferbodden. Si pengguna jalan biasanya clingak-clinguk dulu, lihat situasi kondisi kalau-kalau ada polisi atau tidak, kalo dirasa aman mereka pun dengan santainya masuk di jalan yang jelas-jelas tidak boleh dimasukin dari arah berlawanan. Tapi sebaliknya, ada juga oknum polisi yang tidak mau kalah cerdik dengan dengan orang yang nakal ini. Mereka pasang jebakan. Diam-diam mereka nongkrong di tempat yang cukup tersembunyi, jadi begitu ada pengendara mobil atau motor yang masuk di jalan yang ber-ferbodden itu, si polisi langsung nongol dan…prrriiittt…kena deh…!!

Ujung-ujungnya bisa berakhir seperti di salah satu lirik lagunya Iwan Fals….”tawar menawar harga pas tancap gas…” hahahaha…Klop deh..!!

//teke407


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: