Barang Baru – Stok Lama [Bandara Baru Kota Makassar…]

9 08 2008

Ada yang baru…

Makasssar punya bandara baru, keren, gagah, mentereng, cantik…entah kata2 apalagi yang bisa saya sampaikan demi membanggakan bandara yang baru itu. Dibangun di lahan yang cukup luas, menjadikan bandara yang baru ini bisa berimprovisasi untuk kelengkapan-kelengkapan fasilitas agar dapat memenuhi kebutuhan orang dan memaksimalkan fungsinya.

[sorry kalo fotonya kurang memadai, karena diambil pake kamera PDA saya yang sudah afkir dan kualitas VGA pula]

Berbeda dengan bandara yang lama yang jaraknya tidak jauh dari bandara baru ini, mungkin karena bangunan lama dan fasilitasnya sudah uzur, dimana bandara yang lama tidak kelihatan seperti bandara tapi lebih mirip terminal bis antar kota, mungkin kalo mau dibandingkan dengan terminal bis Bungur Asih di Surabaya, bandara yang lama terlihat tidak ada apa-apanya, gak megah, gak mentereng bahkan telihat semrawut. Fasilitas parkir yang kurang memadai, yang membuat kita harus extra hati-hati apabila mau parkir di parking area, karena salah-salah mobil kita bisa keserempet atau tersenggol mobil sebelah karena space parkir yang lumayan sempit. Tapi sekarang…lahan parkirnya luas banget, kira-kira hampir sama lah dengan lahar parkirnya Terminal I Bandara Soekarno Hatta – Cengkareng. Fasilitas-fasilitas lainnya nya juga cukup memadai dan layak kalo dikategorikan sebagai Bandara Internasional.

Tapi sayangnya, disamping kemegahan dan kementerengan yang ditampilkan, rupanya masih juga menyimpan beberapan kekurangan. Misalnya, layar informasi keberangkatan masih kurang banyak, contohnya di areal tempat duduk pengantar yang ada dipelataran Terminal Keberangkatan, Layar Informasi hanya ada 2, itupun diletakkan di dekat pintu masuk buat penumpang, jadi kalo misalnya penumpang dan pengantar kebetulan duduk agar menjauh sedikit kesebelah kanan dari pintu masuk penumpang maka alhasil akan kesulitan untuk memantau informasi keberangkatan, jadi harus berjalan dulu kira-kira 50 meteran untuk melihat layar informasi. Atau kalo gak mau repot-repot berjalan yah bawa Binokuler lah…hehehe..

Yang anehnya, di areal tempat duduk pengantar yang saya bilang tadi agak disebelah kanan pintu masuk yang ada malah Layar Informasi Kedatangan, apa mungkin kontraktor yang membangun bandara ini salah meletakkan layar informasinya….?

Kekurangan lainnya, speaker untuk announcement atau pemberitahuan tentang kedatangan atau keberangkatan di setting di areal parkir. Mungkin maksudnya supaya informasi yang disampaikan dari Operator Informasi bandara bisa kedengaran juga sama orang-orang atau calon penumpang yang mungkin berada di sekitar areal parkir, bagus sih idenya, tapi seumpama cuaca sedang hujan atau dibandara lagi rame banget atau ada suara-suara yang bising hasilnya adalah kita tidak bisa mendengarkan informasi yang disampaikan, akibatnya : calon penumpang bisa saja terlambat untuk boarding akhirnya ketinggalan pesawat, atau penumpang transit yang kebetulan keluar ke areal terminal keberangkatan bisa beresiko ditinggal pesawatnya.

Selain dua hal yang menjadi kekurangan bandara ini seperti yang saya sampaikan tadi, ada hal lain yang saya rasa cukup penting juga, yaitu nama. Penamaan Hasanuddin sebagai nama Bandara ini tentunya merujuk kepada nama Sultan Hasanuddin yang nota bene adalah nama Pahlawan Nasional dari negeri Anging Mamiri ini. Tapi kenapa koq cuman nama Hasanuddin nya saya yang dicantumkan, kenapa tidak sekalian gelar bangsawannya juga dicantumkan? Padahal itu saya rasa cukup penting juga selain untuk membedakan antara Hasanuddin yang anak penjual Cotto Makassar dengan Hasanuddin yang mempunyai gelar bangsawan “sultan” yang nota bene identik dengan Kota Makassar ini, hehehehe…. Kabarnya sih Pak Gubernur yang baru sudah pernah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat supaya nama bandara ini diberikan nama lengkapnya Pak Hasanuddin yang pahlawan ini yaitu Bandara Sultan Hasanuddin (khan jadi nambah kerennya..iya ngak..hehehe).

Tapi ya sudahlah, yang penting satu lagi fasilitas umum untuk kepentingan orang banyak sudah di perbaiki dan dimaksimalkan fungsinya. Jadi pesan saya untuk teman-teman yang sudah pernah datang ke Makassar dan berkunjung lagi kesini, jangan kaget dengan tampilan Bandara yang baru ini yah…jangan dipikir salah mendarat atau salah kota…hehehe…

Ada satu lagi…Jalan Tol Ir Sutami (satu-satunya jalan Tol di Makassar) sudah hampir selesai, sebagian ruas jalannya sudah bisa dimanfaatkna oleh para pengguna jalan tol.

Tidak seperti sebelumnya, kalo ada teman yang baru datang dari Jakarta (baru pertama kali ke makassar) sering menjadikan Jalan Tol ini sebagai bahan olok-olokan, dibilang..wah jalan tol di makassar mah payah, baru masuk-bayar-eh udah keluar lagi…cuman seuprit doang jalan lebar koq mau dibilang jalan tol..hehehe..Mau bilang apa? emang gitu kenyataannya. Tapi sejak jalan tol ini direnovasi dan di tambah panjangnya banyak memberikan keuntungan buat masyarakat kebanyakan, terutama yang hendak bepergian ke daerah utaranya kota makassar , ke kabupaten maros, barru, dan seterusnya..dan khususnya ke bandara, waktu tempuh dan jarak menjadi lebih singkat, tentunya bisa sekalian hemat waktu dan hemat BBM…


Aksi

Information

4 responses

19 08 2008
dudi

elu udah dibangunin bandara mewah masih brisik aja. brisik tau!😀

20 08 2008
bonar

hahahaha…
kritik membangun kiy boss…[= ngroweng…hehhe]
sopo ngerti blog ku dibuka karo pak SYL (gub.sulsel)hhahaha…
mimpi kalee…!!😀

1 09 2008
galeter

salam kenal darisaya bung…?

aga kareba ..?😉
Emoticon Code

20 10 2008
iwan

tarima kasih cappo kanuperkenalkangi daerata ammake blognu. punna kuciniki innne potoa nakkua kusa’ring ammmotere

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: