Another Story

24 07 2008

Sekarang giliran tulisane mbak Dian “Obelix” S yang saya posting…

Hehehe..gak apa2 khan ms ayank..hehehe..

Another Story

Seminggu sesudah penutupuan Diklatsar 23. Sekret masih sepi, second room masih berwajah lantai 2, di setiap sudut ada barang dapur dan tackle bag penuh. Seorang pengurus yang menangani anggota muda sedang mengamati jadwal orientasi umum anggota muda anyar. Dari wajahnya tersirat kepuasan dan optimis jadwal itu akan berjalan sesuai rencana. Karena jadwal itu disusun berdasarkan komitmen para anggota muda, bukan sepihak oleh pengurus.

Mbak, saya mau ngomong..” tiba-tiba suara seorang anggota muda menyeruak diantara barang-barang di second room. Perempuan yang mengingatkan kita dengan tokoh komedi Whoopy Goldberg ini tampaknya sedang ruwet, terlihat jelas di raut mukanya.

Ada apa..??”sahut pengurus yang sudah ambil ancang-ancang mendengarkan berita buruk dari Anggota Muda anyar ini.
Saya kayaknya gak bisa ikut orientasi umum…”
Lho kenapa..??”
Saya mau ikut orientasi umum tahun depan saja, bareng anggota muda diklatsar 24..”
Si pengurus tampak mencoba menahan tawa. Permintaan yang sangat konyol pikirnya…
Memangnya kenapa??”Si pengurus berusaha tidak tertawa dengan mengeluarkan pertanyaan pendek. Entah ini usahanya untuk menjaga image atau menjaga perasaan si anggota muda..batasnya tipis.
Bapak baru meninggal 2 bulan lalu, trus ibuku sendirian di rumah, jadi kata ibuku aku harus langsung pulang setiap habis kuliah. Berarti kan aku gak bisa ikut jadwal yang sudah ditetapkan temen-temen…”
Secara spontan si pengurus mengakui bisa maklum dengan kondisi si anggota muda. Lebih-lebih rumahnya termasuk wilayah kabupaten Malang, daerah asal mantan anggota Tim Ekspedisi Brawijaya Irian Jaya 2.
Tapi si pengurus tidak membiarkan begitu saja si anggota muda menyerah pada keadaan. Belum dijalankan kok sudah ngomong ndak bisa, begitu kurang lebih pikir si pengurus.
Ya kamu ijin dulu sama ibu kamu, kalau kegiatan kamu bukan cuma kuliah aja. Lagian ini jadwalnya kan gak ada yang malam. Jadi kamu kan masih bisa pulang gak perlu nginap di Malang..”si pengurus mencoba memberi solusi, yang sebenarnya tak lebih dari upaya merayu.
Ibuku gak berani ditinggal lama-lama sama aku..jadi ya..habis kuliah langsung pulang..Makanya aku ikut orientasi umum tahun ini.. ”
Si pengurus cuma tersenyum, akhirnya dia memberi solusi akhir..”Lebih baik kamu jalani aja dulu, masalah jadwal kamu bicarakan dengan temen-temen. Orientasi umum tahun ini hanya untuk Dilatsar 23, tahun depan ya jatah nya diklat 24, bukan jatahmu lagi..” Pemahaman sangat sederhana mencoba ditanamkan pada anggota muda yang akhirnya memilih tetap menjalani masa orientasi umum bersamaan dengan kawan-kawannya. Beruntung kawan-kawannya punya rasa maklum yang tinggi sehingga bisa membantu memberi solusi, termasuk perubahan-perubahan jadwal orientasi umum.

Tak jarang si pengurus menemukan si anggota muda ini sedang membaca di first room sambil menunggu jam kuliah berikutnya atau jadwal pematerian orientasi umum. Atau tergeletak di lantai 3 dengan buku di tangan yang belum selesai dibaca tapi keburu bablas ke alam tidur. Bahkan akhirnya dia bisa menjadi anggota biasa dan pengurus, termasuk meraih gelar ahli madya di fakultasnya tepat waktu sehingga berhak menyandang status anggota kehormatan. Karena kesibukan di organisasi, entah bagaimana caranya dia juga mendapat ijin dari ibunya punya tempat tinggal sementara di Malang. Tampaknya contoh permasalahan kecil ini bisa selesai dengan cara kekeluargaan, seperti azas organisasi kita.

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1426-Gong xi fat choi

obelix


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: